Selama sebulan, Ariq Syaiful Muiz, mahasiswa Prodi Arkeologi UGM angkatan 2018 melakukan magang di Museum UGM. Dalam kegiatan tersebut, Ariq berfokus pada masalah cendera mata dan media sosial, sehingga ia melakukan kegiatan untuk membuat desain cendera mata dan sekaligus desain atau rancangan promosi pada media sosial yang dimiliki oleh Museum UGM.
Dalam kegiatan magang tersebut Ariq dibimbing oleh mentor-mentor yang merupakan staf Museum UGM, yaitu staf Humas dan staf Kurator. Dari kegiatan ini, kedua belah pihak mendapat keuntungan, yaitu mahasiswa peserta mendapat pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman yang nanti akan berguna jika ia bekerja di lingkungan museum, sementara museum mendapatkan personal yang menerapkan ilmu yang diperoleh secara segar dari bangku kuliah.
Ariq mengakhiri magangnya yang dilakukan selama bulan Oktober 2021 tersebut dengan melakukan presentasi akhir magang di hadapan staf Museum UGM dan dosen pembimbing magang dari Departemen Arkeologi FIB UGM pada tanggal 11 November 2021. Ia menyampaikan kegiatan selama magang, prosesnya, serta hasil yang ia dapatkan.
Jadi, siapa lagi yang akan bergabung sebagai magang di Museum UGM?